Biaya Tinggi & Fasilitas Terbatas💸

5149f47edb2bc36a658f9cb016e71943

Terapi stem cell memerlukan biaya yang sangat mahal karena prosesnya rumit dan teknologi yang digunakan masih terbatas. Kisaran harga mulai dari Rp 10 juta untuk kasus yang ringan hingga ratusan juta untuk kasus yang lebih komples. Selain itu, jumlah fasilitas produksi stem cell juga masih sedikit, sehingga membuat terapi ini sulit diakses oleh banyak orang.

Terapi stem cell memang menawarkan harapan besar dalam pengobatan berbagai kondisi medis, namun biaya yang harus dikeluarkan masih sangat tinggi dan fasilitasnya terbatas. Berikut penjelasannya:

Biaya Terapi Stem Cell yang Mahal

  • Biaya terapi stem cell sangat mahal karena prosesnya yang rumit dan teknologi yang digunakan masih canggih serta terbatas. Harga satu sel punca bisa mencapai Rp 2,2 juta, dan pasien dengan berat badan 50 kg dapat memerlukan sekitar 50 juta sel punca, sehingga total biaya bisa mencapai Rp 110 juta atau bahkan lebih untuk satu kali terapi.
  • Untuk kasus yang lebih ringan, seperti kebotakan, biaya terapi bisa mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 20 juta, sedangkan untuk kondisi yang lebih kompleks atau kronis, biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah, bahkan ada laporan biaya terapi stem cell untuk kanker mencapai Rp 800 juta.
  • Terapi ini umumnya belum ditanggung oleh BPJS maupun asuransi swasta karena masih dalam tahap penelitian dan belum memiliki prosedur pelayanan standar yang tetap.

Fasilitas Terbatas dan Akses Sulit

  • Jumlah fasilitas produksi stem cell di Indonesia masih terbatas, meskipun ada beberapa pusat produksi seperti di RSCM-FKUI yang mampu memproduksi hingga 72 miliar sel punca per tahun, namun penggunaannya masih berbasis riset dan belum bisa digunakan secara komersial secara luas.
  • Hal ini menyebabkan terapi stem cell sulit diakses oleh banyak orang, terutama yang membutuhkan terapi untuk kondisi serius atau kronis.

Kesimpulan

Terapi stem cell menawarkan potensi besar dalam regenerasi jaringan dan penyembuhan berbagai penyakit, namun saat ini biaya yang tinggi dan keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama dalam akses terapi ini bagi masyarakat luas. Biaya bisa mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah tergantung kondisi pasien, dan terapi ini masih dalam tahap penelitian sehingga belum tersedia secara luas dan belum bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *