
Multipotent stem cell (sel punca multipoten) adalah salah satu pilar penting dalam riset biologi dan kedokteran regeneratif. Namun, bagaimana sejarah penemuan dan pemahaman tentang sel punca multipoten berkembang? Berikut rangkuman perjalanan ilmiahnya, berdasarkan literatur dan jurnal ilmiah utama.
Awal Konsep: Penemuan Sel Punca di Sumsum Tulang
Konsep awal tentang sel punca multipoten bermula dari riset pada sumsum tulang di pertengahan abad ke-20. Pada tahun 1960, dua ilmuwan Kanada, Ernest A. McCulloch dan James E. Till, melakukan eksperimen penting yang membuktikan adanya sel di sumsum tulang yang mampu memperbanyak diri dan membentuk berbagai tipe sel darah. Inilah tonggak awal pengenalan sel punca dewasa yang multipoten, khususnya hematopoietic stem cell (HSC)[5].
Penemuan Sel Punca Mesenkimal (MSC)
Pada tahun 1970, Alexander Friedenstein dan rekan-rekannya di Rusia melaporkan bahwa sumsum tulang mengandung kelompok sel non-hematopoietik yang mampu melekat pada permukaan cawan kultur, memperbanyak diri, dan berdiferensiasi menjadi berbagai tipe jaringan ikat seperti tulang (osteoblas), tulang rawan (kondrosit), dan lemak (adiposit). Sel inilah yang kemudian dikenal sebagai mesenchymal stem cell (MSC) atau sel punca mesenkimal[5][2].
Perkembangan Terminologi dan Karakterisasi
Istilah “mesenchymal stem cell” mulai populer pada dekade 1990-an, seiring kemajuan teknik kultur dan karakterisasi sel. Para peneliti menemukan bahwa MSC tidak hanya terdapat di sumsum tulang, tetapi juga di jaringan lain seperti lemak, tali pusat, dan gigi. MSC dikenal sebagai sel multipoten karena mampu berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel dalam satu garis keturunan jaringan, namun tidak bisa membentuk seluruh jaringan tubuh seperti sel pluripotent[2][4].
Aplikasi dan Inovasi Modern
Seiring waktu, riset tentang multipotent stem cell berkembang pesat. MSC dan HSC kini menjadi fokus utama dalam terapi sel dan rekayasa jaringan, terutama karena kemampuannya dalam regenerasi jaringan dan sifat imunomodulatornya. Hingga kini, ratusan uji klinis telah dilakukan untuk mengeksplorasi potensi MSC dalam penyembuhan luka, penyakit autoimun, hingga terapi COVID-19[2].
Kesimpulan
Sejarah multipotent stem cell adalah perjalanan panjang dari penemuan sel punca di sumsum tulang hingga era terapi sel modern. Penelitian McCulloch, Till, dan Friedenstein menjadi fondasi utama dalam memahami dan mengembangkan aplikasi sel punca multipoten, yang kini terus berkembang sebagai harapan baru di dunia medis.
Ikuti terus artikel sains lainnya di stem.bahmaniar.my.id untuk mengetahui perkembangan terbaru dunia sel punca dan terapi regeneratif.