Apa Itu Sel Punca Pluripotent?

0ce86079ae1261b62a70b0226499ceed

Dalam dunia bioteknologi dan pengobatan regeneratif, istilah “pluripotent” sering kali muncul. Tapi, sebenarnya apa sih arti dari sel punca pluripotent itu? Yuk, kita kenali lebih dekat!

Apa Itu Sel Punca Pluripotent?

Sel punca pluripotent adalah jenis sel yang punya kemampuan luar biasa: mereka bisa berubah menjadi hampir semua jenis sel dalam tubuh manusia—mulai dari sel otak, jantung, hingga hati.

Namun, penting untuk dicatat: meskipun sel ini bisa membentuk seluruh jaringan tubuh, mereka tidak bisa membentuk jaringan pendukung kehamilan seperti plasenta. Artinya, berbeda dengan sel “totipotent” (yang benar-benar bisa membentuk satu organisme utuh), sel pluripotent hanya fokus pada membentuk bagian tubuh utama.


Dari Mana Asalnya?

Menurut penelitian Yu & Thomson (2008), ada beberapa sumber utama sel punca pluripotent, di antaranya:

  • Embryonic Stem Cells (ESCs): Diambil dari embrio pada tahap blastokista.
  • Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs): Dibuat dari sel tubuh biasa (misalnya sel kulit) yang “direprogram” agar kembali ke kondisi seperti sel embrio.
  • Embryonic Germ Cells (EGCs) dan Epiblast Stem Cells (EpiSCs): Jenis lain yang berasal dari tahap perkembangan awal embrio atau sel germinal.

Apa yang Membuat Sel Ini Istimewa?

Sel pluripotent punya dua ciri utama:

  1. Self-renewal – mereka bisa membelah terus-menerus tanpa kehilangan sifat uniknya.
  2. Multilineage differentiation – mereka bisa berubah menjadi berbagai jenis sel dari tiga lapisan dasar tubuh: ektoderm (misalnya kulit dan otak), mesoderm (tulang, otot, darah), dan endoderm (organ dalam seperti hati dan pankreas).

Karena kemampuannya berubah menjadi berbagai sel tubuh, sel pluripotent menjadi bahan utama dalam:

  • Riset penyakit genetik,
  • Uji coba obat,
  • Pengembangan terapi sel untuk penyakit kronis seperti diabetes, Parkinson, dan cedera tulang belakang.

Tapi Ada Tantangannya…

Meski menjanjikan, penggunaan sel pluripotent juga menghadapi kendala:

  • Risiko pembentukan tumor jika tidak dikendalikan,
  • Tantangan dalam mengarahkan diferensiasi ke jenis sel yang tepat,
  • Perbedaan besar antara perilaku sel manusia dan tikus dalam kultur laboratorium.

Sel punca pluripotent adalah “bahan mentah” kehidupan—sel yang dapat berubah menjadi hampir semua bagian tubuh kita. Memahami dan memanfaatkan sel ini adalah kunci untuk masa depan pengobatan regeneratif dan terapi penyakit yang kini belum bisa disembuhkan.

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *