Sel punca pluripoten merupakan salah satu penemuan paling revolusioner dalam biologi dan kedokteran regeneratif. Sel ini memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi hampir semua jenis sel dalam tubuh, sehingga membuka peluang besar dalam pengobatan berbagai penyakit degeneratif dan cedera. Berikut adalah rangkuman sejarah perkembangan sel punca pluripoten berdasarkan sumber ilmiah dan jurnal utama.
Awal Mula Konsep Sel Punca
Konsep sel punca mulai dikenal sejak awal abad ke-20 ketika Alexander Maximow, seorang ilmuwan Rusia, mengusulkan adanya sel khusus dalam sumsum tulang yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel darah. Penemuan ini menjadi dasar bagi riset sel punca hematopoietik.

🔍Penemuan Sel Punca Embrionik (ESC)
Tonggak penting dalam sejarah sel punca pluripoten terjadi pada tahun 1981 ketika Dr. Martin Evans dan Gail Martin berhasil mengisolasi sel punca embrionik dari embrio mencit.. Sel punca embrionik ini mampu berkembang menjadi hampir semua jenis sel tubuh, sehingga disebut pluripoten. Penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang potensi sel punca dalam terapi regeneratif.
Pada tahun 1998, tim peneliti di University of Wisconsin-Madison yang dipimpin oleh Dr. James Thomson berhasil mengisolasi sel punca embrionik manusia untuk pertama kalinya. Hal ini menjadi titik awal pengembangan terapi sel punca pada manusia.
Terobosan Induced Pluripotent Stem Cells (iPSC)
Salah satu kemajuan terbesar dalam sejarah sel punca pluripoten adalah penemuan induced pluripotent stem cells (iPSC) oleh Shinya Yamanaka pada tahun 2006. Yamanaka berhasil mengubah sel kulit manusia dewasa menjadi sel punca pluripoten dengan memasukkan empat gen spesifik yang mengkode faktor transkripsi penting.
Penemuan ini sangat penting karena memungkinkan pembuatan sel punca pluripoten tanpa harus menggunakan embrio, sehingga mengatasi kontroversi etis yang selama ini menghambat riset sel punca. Teknologi iPSC membuka peluang baru dalam pengobatan personal dan regeneratif.
Penghargaan Nobel dan Pengakuan Dunia
Atas penemuan dan kontribusinya dalam bidang sel punca, John Gurdon dan Shinya Yamanaka dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 2012. Nobel ini mengakui penemuan bahwa sel dewasa dapat diprogram ulang menjadi sel pluripoten yang berpotensi luas1.
Aplikasi dan Masa Depan Sel Punca Pluripoten
Saat ini, sel punca pluripoten, terutama iPSC, digunakan dalam berbagai uji klinis dan penelitian untuk mengobati penyakit degeneratif, gangguan genetik, serta cedera jaringan. Contohnya, uji klinis transplantasi sel retina yang berasal dari iPSC untuk mengatasi degenerasi makula telah dilakukan di Jepang.
Penelitian terus berlanjut untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi berbasis sel punca pluripoten, dengan harapan dapat merevolusi pengobatan di masa depan.
Kesimpulan
Sejarah sel punca pluripoten adalah perjalanan panjang dari konsep awal sel punca hingga terobosan teknologi iPSC yang mengubah paradigma pengobatan modern. Penemuan ini tidak hanya membuka wawasan baru dalam biologi perkembangan, tetapi juga memberikan harapan besar bagi terapi penyakit yang sebelumnya sulit disembuhkan.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru seputar dunia sel punca, kunjungi terus situs kami.